Kamis, 19 Juli 2018 09:45 WITA

Gejala Alergi Susu Pada Bayi dan Cara Menanganinya

Editor: Suriawati
Gejala Alergi Susu Pada Bayi dan Cara Menanganinya
INT

RAKYATKU.COM - Meskipun susu sangat penting untuk kehidupan di usia muda, beberapa bayi menderita alergi susu, yang dapat menyulitkan mereka untuk mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala alergi susu dan tahu bagaimana menangani masalah itu dengan benar!

Ketika bayi minum protein dari susu sapi, sistem kekebalan mengenali itu sebagai protein asing atau yang tidak dikenali dan menyebabkan reaksi di dalam tubuh, biasanya sakit perut.

Alergi susu juga bisa terjadi pada bayi yang minum ASI. Itu terjadi ketika tubuh bayi tidak dapat memproses laktosa di dalam ASI itu sendiri.

Mengenali bayi yang mengalami alergi susu tidaklah sulit. Seperti halnya reaksi alergi lainnya, sistem kekebalan tubuh bayi akan melepaskan histamin untuk menyerang protein asing. Hal ini menyebabkan respon peradangan di dalam tubuh, menyebabkan muntah, diare, ruam kulit, dan sering memuntahkan ASI.

Menangis berlebihan, batuk, mengi, dan mata berair juga bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda mungkin memiliki alergi susu. Apalagi jika itu disertaI kesulitan bernapas.

Cara menangani alergi susu pada bayi
Meskipun itu tampak seperti masalah besar, tapi bunda tidak perlu khawatir. Ada banyak cara untuk menghindarkan anak dari reaksi alergi:

1. Jika bayi minum susu formula, ganti susunya
Salah satu cara terbaik dan tercepat untuk mencegah reaksi negatif alergi susu adalah dengan mengganti susu formula. Setelah dokter mengkonfirmasi bahwa bayi Anda memang memiliki alergi terhadap protein susu sapi, formula yang berbeda dapat direkomendasikan, yang disebut formula hidrolisat, di mana protein telah dipecah sebagian.

Ini berarti bahwa tubuh bayi cenderung kurang merespon protein asing, dan perlahan-lahan membantu tubuh bayi Anda terbiasa dengan protein-protein ini. Sebagian besar alergi susu menghilang di tahun pertama, saat bayi mulai mengonsumsi lebih banyak jenis makanan.

2. Jika Anda memberi ASI, perhatikan makanan Anda
Produk susu yang dikonsumsi oleh ibu bisa menyebabkan reaksi alergi pada bayi. Jika Anda mengonsumsi keju, yogurt, es krim, atau produk susu lainnya maka protein susu sapi tersebut dapat tetap berada di sistem Anda selama dua minggu, dan mungkin mempengaruhi kesehatan bayi Anda.

Berhenti mengonsumsi semua itu mungkin merupakan solusi yang efektif, tapi pastikan untuk melengkapi menu Anda dengan sayuran dan sumber makanan lain yang mengandung kalsium, vitamin B- 12, kalium dan magnesium.

3. Buat buku harian makanan
Reaksi alergi bayi Anda mungkin tidak selalu disebabkan oleh alergi susu. Oleh karena itu, sangat baik bagi ibu untuk menyimpan buku harian makanan, dan mencatat semua yang Anda makan, dan kemudian mencocokkannya ketika bayi menunjukkan reaksi alergi.

4. Perbaiki pola makan
Ngidam disarankan selama kehamilan, tapi begitu bayi Anda lahir, Anda bisa kembali ke jadwal makan yang lebih normal. Makan ekstrim atau kurang makanan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan tampak reaksi alergi pada anak Anda.