Sabtu, 14 Juli 2018 18:09 WITA

Pertolongan Pertama Mengatasi Sesak Napas pada Anak

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pertolongan Pertama Mengatasi Sesak Napas pada Anak

RAKYATKU.COM - Sesak napas dapat terjadi pada setiap orang, termasuk anak-anak. Gangguan pernapasan ini dapat terjadi tiba-tiba. Gangguan sesak napas pada anak biasanya merupakan kelanjutan dari perjalanan penyakit yang memberat.

Sesak napas juga dapat disebabkan oleh gangguan pada paru dan saluran napas. Namun, dapat juga akibat kelainan jantung, darah, dan organ lainnya seperti ginjal.

Gejala dan Tanda Sesak Napas pada Anak

Anak yang mengalami sesak napas akan merasa gelisah, frekuensi napas lebih cepat daripada biasanya, tampak tarikan pada dinding bawah, bibir tampak kebiruan, disertai suara napas tambahan seperti mengi atau mengorok. Bila sudah parah, kesadaran anak akan menurun, kejang, dan mukanya membiru.

Untuk mendeteksi dini tanda-tanda sesak napas, orangtua sebaiknya rutin melakukan penghitungan kecepatan napas anak, mendengarkan suara napas tambahan, melihat kulit dan bibir anak, serta melihat tarikan napas pada dada anak. Sebaiknya dilihat apakah dadanya menjadi lebih cekung atau tidak.

Pertolongan Pertama Mengatasi Sesak Napas pada Anak

Berikut pertolongan pertama yang harus di lakukan untuk mengatasi jika anak mengalami sesak napas:

1. Cari tempat nyaman

Segeralah mencari tempat senyaman mungkin jika anak Anda sesak napas. Bila perlu bawalah si kecil ke tempat tidur atau di ruangan manapun. Yang penting ruangan tersebut dapat membuat anak Anda beristirahat dengan tenang. Karena dengan suasana yang nyaman, hal ini dapat segera mengembalikan kondisi si kecil.

2. Sandarkan anak

Jika Anda sudah mendapatkan tempat yang nyaman, maka segera posisikan anak Anda dengan keadaan duduk atau setengah duduk. Bila perlu sandarkan anak Anda ke bantal. Namun jangan pernah memposisikan anak Anda yang sesak napas dengan posisi tidur. Karena hal ini justru akan menyumbat saluran pernapasannya dan membuat keadaan asma menjadi semakin parah.

3. Jangan panik

Yang terpenting, jika anak sesak napas adalah jangan pernah merasa panik. Bila perlu ajaklah anak berbicara untuk menenangkannya. Atau bisa juga dengan memberinya air minum hangat untuk menenangkannya. Sehingga ia menjadi terhibur dan segera pulih.

4. Pijat

Longgarkan pakaiannya. Supaya ia tidak merasa sesak. Kemudian pijatlah daerah syaraf paru-paru yang terletak di atas jempol kaki. Atau lebih tepatnya di antara jempol dan jari telunjuk kaki. Namun cara memijatnya harus dengan pelan-pelan. Bila perlu, berikan bronkhodilator seperti salbutamol untuk meringankan sesaknya. Namun jika hal ini tidak membuat kondisi bayi Anda menjadi lebih baik, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik.

Jika anak Anda asma, belilah obat semacam pereda hirupan atau nebuliza. Apabila pertolongan pertama sudah dilakukan seperti di atas namun tidak ada kemajuan atau sering kambuh lagi, pergilah ke dokter untuk berkonsultasi.

Mengobati Sesak Napas pada Anak

Ada banyak pilihan pengobatan untuk mengatasi sesak napas pada anak. Dilansir laman Doktersehat, berikut beberapa perawatan umum untuk meringankan kondisi tersebut.

1. Terapi penggantian surfaktan

Surfaktan adalah cairan yang melapisi bagian dalam paru-paru dan membuat mereka tetap terbuka sehingga anak dapat bernapas dengan mudah. Dokter terus memberikan surfaktan kepada anak-anak sampai paru-paru mereka menghasilkan cairan sendiri.

2. Dukungan pernapasan

Jika anak Anda menderita sesak napas, ia akan membutuhkan dukungan pernapasan sampai paru-parunya mulai memproduksi cukup surfaktan. Tabung pernapasan terhubung ke tabung memproduksi surfaktan. Terapi dukungan pernapasan adalah cara yang efektif untuk menyembuhkan gangguan pernapasan dan dokter biasanya menggabungkannya dengan terapi penggantian surfaktan.

3. Terapi pengobatan

Terapi pengobatan termasuk semprotan hidung, acetaminophen, obat-obatan batuk dan pilek, penisilin, zinc, dekongestan, kortikosteroid, penghambat reseptor leukotrien, antihistamin, dan obat-obatan tetes mata.

4. Terapi oksigen

Terapi oksigen berkonsentrasi untuk menyediakan oksigen yang cukup untuk paru-paru kecil Anda.

5. Menghindari alergen

Jika anak Anda menderita gangguan pernapasan, hindari kontak dengan hewan peliharaan, tungau debu rumah, serbuk sari, jamur, dan polutan lainnya.