Sabtu, 14 Juli 2018 13:40 WITA

Menderita Tumor Langka, Punggung Gadis ini Mirip Sundel Bolong

Editor: Suriawati
Menderita Tumor Langka, Punggung Gadis ini Mirip Sundel Bolong
Foto CEN via Metro UK

RAKYATKU.COM - Seorang gadis remaja di Panama menderita tumor langka, yang membuat punggungnya terluka dan terlihat seperti sundel bolong.

Andrea Nicolle Quijada, 14 tahun didiagnosis menderita tumor desmoid paraspinal. Ini biasanya dianggap jinak karena jarang menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Tapi, dalam kasus gadis malang ini, tumornya tumbuh hingga diameter 12 inci. Ahli bedah plastik di Rumah Sakit La Paz di Spanyol, Juan Carlos Lopez Gutierrez mengatakan bahwa 'tumor itu tidak ganas' tapi 'menekan tulang belakang gadis itu' dan mempengaruhi ginjal dan aortanya. Menurut Lopez Gutierrez, dia menderita tumor selama empat tahun.

Andrea bisa bergerak, tidak bisa berjalan dan membatasi aktivitas lainnya, seperti bermain dengan saudara-saudaranya.

Dokter Panama dilaporkan telah mengoperasi dia tiga kali tapi tumor itu terus tumbuh kembali dan mereka akhirnya menyimpulkan bahwa itu 'tidak bisa dioperasi' dan hanya menawarkan perawatan paliatif.

Akibatnya, gadis ini hanya 'menunggu mati' di Panama tanpa diberi opsi untuk melakukan perawatan khusus ke selatan ke Kolombia atau ke utara ke Amerika Serikat.

Beruntung ia ditemukan oleh Alba R. Santos, direktur Yayasan Anak-anak Olloqui. Ia membantu membawa gadis itu ke ibukota Spanyol, Madrid untuk dirawat di Rumah Sakit La Paz.

Alba mengkritik pemerintah Panama atas kasus Andrea dan menyebut itu sebagai "salah satu pengabaian nyata" di tangan pemerintah Panama.

Alba mengatakan bahwa gadis itu 'ditinggalkan' dan 'menunggu untuk mati'. Ia menambahkan tumor itu 'semakin memburuk dan aromanya semakin memburuk. Ketika dia melakukan perjalanan ke Spanyol, Andrea dilaporkan membungkus tumor untuk menyembunyikan bau mengerikan itu.

Menderita Tumor Langka, Punggung Gadis ini Mirip Sundel BolongKampanye media Panama turut membantu dalam biaya pengobatan Andrea. Mereka berhasil mengumpulkan £45.700 (sekitar Rp869 juta) dalam 48 jam.

Anak berusia 14 tahun itu telah menjalani tiga operasi dan saat ini sedang memulihkan diri di ibukota Spanyol. Dia siap untuk kembali ke Panama dan perlu mengunjungi Madrid dalam enam bulan ke depan untuk pemeriksaan apakah tumor kembali lagi.