Sabtu, 14 Juli 2018 08:00 WITA

Obat dan Makanan Sehari-hari Ini Ternyata Penyebab Gigi Kuning

Editor: Abu Asyraf
Obat dan Makanan Sehari-hari Ini Ternyata Penyebab Gigi Kuning
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Kalau punya gigi putih bersih, Anda dipastikan akan lebih percaya diri untuk tersenyum kepada setiap orang. Sebaliknya, jika gigi berwarna kekuningan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat gigi berubah warna?

Dirangkum dari Live Science, sebagian besar penyebab perubahan warna gigi dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu noda ekstrinsik dan noda intrinsik. 

Noda ekstrinsik yang dimaksud di sini adalah noda yang mempengaruhi permukaan enamel gigi. Enamel sendiri adalah lapisan gigi terluar dan keras. Sementara noda intrinsik terjadi di dalam struktur bagian dalam gigi yang disebut dentin. Karena posisinya di dalam, noda ini lebih sulit dihilangkan. 

"Penyebab pertama gigi menguning adalah gaya hidup. Merokok, minum kopi, teh, dan mengunyah tembakau adalah penyebab terburuk," ujar Dr Justin Philip, seorang dokter gigi di Arizona, AS. 

Berikut penyebab timbulnya noda ekstrinsik dan intrinsik:

Noda Ekstrinsik

1. Tembakau 

Ya, seperti yang telah jamak diketahui, tar dan nikotin dalam tembakau merupakan bahan kimia yang bisa menyebabkan noda kekuningan pada permukaan gigi. 

2. Makanan Berwarna 

Aturan praktis untuk menjaga gigi tetap putih sebenarnya mudah. Ingatlah, makanan dan minuman apapun yang bisa menodai pakaian bisa menodai gigi Anda.

Untuk itu, menghindari makanan seperti cokelat, kecap, anggur merah, cola, dan sebagainya perlu dilakukan. Selain itu, makanan yang tinggi kromogen atau zat penghasil pigmen yang bisa menempel pada enamel gigi juga perlu diperhatikan. Makanan yang mengandung zat tersebut di antaranya anggur, ceri, bit, dan delima. 

3. Makanan Asam 

Makanan dan minuman asam dapat mempromosikan pewarnaan dengan mengikis email gigi dan membuatnya lebih mudah untuk pigmen menempel ke gigi. Tannin, senyawa pahit yang ditemukan dalam anggur dan teh, juga membantu kromogen menempel pada email gigi, yang akhirnya menyebabkan pewarnaan. 

Tapi ada kabar baik bagi peminum teh. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam International Journal of Dental Hygiene menemukan bahwa menambahkan susu pada teh mengurangi kemungkinan menodai gigi. Itu karena protein dalam susu dapat mengikat tannin. 

Noda Intrinsik 

1. Pengobatan 

Noda intrinsik ini biasanya didapatkan dari proses pengobatan. Beberapa di antaranya antibiotik tetracycline atau doxycycline. Anak-anak yang mengonsumsi obat tersebut sebelum usia 8 tahun bisa membuat gigi mereka menjadi kuning kecokelatan. 

Tak hanya itu, ibu hamil yang mengonsumsi obat tersebut juga bisa membuat anaknya punya gigi kekuningan. 

2. Obat Kumur 

Penggunaan obat kumur juga bisa menyebabkan noda intrinsik. Terutama jika obat kumur tersebut mengandung chlorhexidine, senyawa yang dapat mengurangi bakteri dan mengobati gingivitis (radang gusi). 

3. Kemoterapi 

Perawatan kemoterapi yang sedang berlangsung serta radiasi pada kepala dan leher dapat menyebabkan noda intrinsik. Bahkan beberapa obat yang relatif umum, seperti antihistamin, antipsikotik, dan obat tekanan darah terkadang bisa gigi kuning. 

4. Flouride 

Meskipun fluoride dapat bermanfaat untuk gigi dengan memperkuat email dan mencegah pembusukan, terlalu banyak mineral tidak baik untuk warna gigi Anda. Fluorosis, yang dihasilkan dari jumlah fluoride yang berlebihan, dapat menyebabkan garis-garis putih atau bintik-bintik coklat pada gigi. 

5. Tambalan 

"Banyak bahan gigi dapat menyebabkan perubahan warna, terutama restorasi amalgam (perak tambalan)," kata Dr Bruno Sharp, dokter gigi dari Florida. 

Tambalan gigi ini biasanya membuat gigi berwarna abu-abu kehitaman. 

Berita Terkait