Jumat, 06 Juli 2018 01:00 WITA

Makin Tua, Risiko Kematian Makin Menurun

Editor: Nur Hidayat Said
Makin Tua, Risiko Kematian Makin Menurun

RAKYATKU.COM - Harapan hidup umat manusia diperkirakan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Hal itu dibuktikan lewat penelitian terbaru yang menunjukkan umur manusia makin lama makin meningkat. 

Studi itu bahkan menyatakan rentang usia maksimum manusia belum tercapai. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science itu menyatakan setelah usia 105 tahun, risiko kematian pada manusia cenderung menurun dalam beberapa kasus.

"Meningkatnya jumlah orang yang berumur sangat panjang dan fakta bahwa kematian mereka setelah usia 105 tahun terlihat menurun, menunjukkan bahwa umur panjang terus meningkat dari waktu ke waktu. Dan jika ada batasan itu belum tercapai," tulis peneliti dalam jurnal tersebut seperti diberitakan CNN Indonesia.

Hasil itu didapat setelah peneliti menganalisis sebanyak 3.836 orang Italia yang berusia 105 tahun ke atas sepanjang tahun 2009-2015 lalu.

Penelitian itu mendemonstrasikan risiko kematian meningkat saat berusia 50 tahun. Saat kepala lima, risiko meninggal dunia tiga kali lebih tinggi dibanding saat berusia 30 tahun. 

Namun, saat mencapai usia 105 tahun, risiko kematian relatif stabil sebesar 50 persen, yang berarti memiliki risiko hidup 50 persen di tahun berikutnya.

Panjang umur manusia diperkirakan bakal terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebelum abad ke-19, harapan hidup manusia rata-rata berfluktuasi antara 30 hingga 40 tahun. 

Akan tetapi, kemajuan teknologi dan obat-obatan berhasil memperpanjang harapan hidup manusia. 

Pada 2016 harapan hidup global mencapai 72 tahun. Di Indonesia angka harapan hidup berdasarkan data BPS pada 2017 mencapai 71,06 tahun. Angka itu meningkat dari tahun 2010 sebesar 69,81 tahun. 

Sementara itu peneliti dari Netherlands Interdisciplinary Demographic Institute yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Joop de Beer menilai studi ini menawarkan data yang meyakinkan.

"Penelitian ini memberikan bukti meyakinkan bahwa hipotesis itu benar. Dan itu konsisten dengan apa yang saya temukan," tutur Beer.

Berita Terkait