Selasa, 03 Juli 2018 05:31 WITA

Cara Mendeteksi Penyakit Dalam Tubuh dengan Urine

Editor: Aswad Syam
Cara Mendeteksi Penyakit Dalam Tubuh dengan Urine
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Urine, salah satu sisa metabolisme tubuh yang mampu mengindikasi kondisi kesehatan tubuh seseorang. Bila diamati, terkadang cairan urine yang dikeluarkan tampak jernih, namun di lain waktu urine menjadi lebih pekat, atau mengeluarkan bau tidak sedap. 

Sebagaimana dilansir shape dan dikutip dari Doktersehat, perubahan yang terjadi pada urine tersebut dapat menandakan kondisi kesehatan berikut ini:

1. Kehamilan
Bau urine yang tajam juga bisa dipengaruhi oleh faktor kehamilan. Saat terbentuk janin tubuh akan memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang bisa dideteksi alat tes kesehatan.

Selain itu, bertambahnya usia kehamilan juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini disebabkan kerja ginjal yang lebih keras, untuk mengeluarkan limbah dari tubuh ibu dan janin. Frekuensi buang air kecil akan lebih meningkat saat kehamilan bertambah besar sebab rahim yang berkembang akan menekan kandung kemih.

2. Diabetes
Seperti yang dikatakan sebelumnya, warna dan bau urine dapat menggambarkan kondisi kesehatan seseorang. Bila urine mengeluarkan bau manis, maka bisa jadi pertanda adanya penyakit diabetes sebab tubuh tidak mampu memproses glukosa dengan optimal.

3. Tumor jinak dalam rahim
Peningkatan frekuensi buang air kecil pada wanita usia lebih dari 35 tahun yang memiliki siklus haid tidak teratur, bisa saja diakibatkan tumbuhnya fibroid, tumor jinak dalam rahim.

Ukuran tumor yang membesar seperti buah jeruk bisa menekan kandung kemih. Segera periksakan ke dokter bila urine mengeluarkan darah atau bau yang tidak biasa.

4. Batu ginjal
Penderita batu ginjal biasanya mengeluarkan urine yang lebih pekat. Batu ginjal bisa disebabkan kurang minum atau garam dan kalsium yang berlebihan, sehingga mengendap dan membentuk kristal dalam kandung kemih sampai sebesar batu kerikil.

Ketika batu dalam kandung kemih bergerak dapat menyebabkan nyeri dan menimbulkan luka berdarah yang tampak pada urine.

5. Infeksi saluran kemih 
Gejala infeksi saluran kemih biasanya berupa timbulnya rasa terbakar saat buang air kecil. Orang yang mengalami infeksi saluran kemih akan mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, hingga lebih dari 7 kali sehari. Selain itu, kondisi ini juga disertai dengan gejala nyeri punggung, demam, menggigil, warna urine keruh, dan mengeluarkan bau tidak sedap.