Selasa, 12 Juni 2018 01:09 WITA

Makan Tidak Tepat Waktu Ternyata Berbahaya Bagi Jantung

Editor: Aswad Syam
Makan Tidak Tepat Waktu Ternyata Berbahaya Bagi Jantung
Ilustrasi sarapan

RAKYATKU.COM – Meskipun sudah diserukan oleh banyak pakar kesehatan, dalam realitanya masih banyak orang yang melewatkan sarapan pagi. Padahal, tanpa adanya sarapan pagi, kita tentu tidak akan mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan berbagai aktivitas. 

Dilansir dari doktersehat, sebuah hasil penelitian terbaru yang dilakukan di Columbia University bahkan menyebutkan fakta, bahwa kebiasaan menyepelekan sarapan pagi dan makan pada jam yang sesuka hati, ternyata bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan jantung. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Marie Pierre St-Onge, salah satu pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, berkata, mereka yang rutin melakukan sarapan pagi ternyata memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang sehat. 

Sebaliknya mereka yang sering melewatkan sarapan pagi dan justru memilih untuk mengkonsumsi camilan seharian berisiko tinggi terkena masalah kelebihan berat badan, kurang gizi, hingga diabetes. 

Dari penelitian ini, diketahui, mereka yang melewatkan sarapan cenderung meningkatkan risiko terkena serangan jantung hingga 27 persen dan risiko terkena stroke hingga 18 persen. Selain itu, mereka yang terbiasa makan di jam yang sangat larut di malam hari, juga meningkatkan risiko gangguan kardiometabolik di dalam tubuh.

Banyak orang yang tidak menyadari jika waktu makan berkaitan erat dengan jam biologis di dalam tubuh. 

Pakar kesehatan gizi dari Institut Pertanian Bogor bernama Prof. Hardiansyah, MS, PhD, berkata, saat sarapan pagi, kita sebaiknya memperhatikan waktu sarapan dengan baik. 

Sebagai contoh, di Indonesia, kita terbiasa mulai aktif melakukan kegiatan atau bekerja pada jam 7 dan 8, maka, waktu sarapan yang ideal adalah sebelum jam 9. 
Namun, beliau juga berpesan bahwa ada baiknya kita mengkonsumsi sarapan dalam kurun waktu dua jam setelah bangun tidur. Tujuannya agar tubuh tidak mengalami penurunan gula darah yang terlalu drastis.