Jumat, 08 Juni 2018 08:00 WITA

Periksa Kesehatan sebelum Mudik, Perlukah?

Editor: Nur Hidayat Said
Periksa Kesehatan sebelum Mudik, Perlukah?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Biasanya saat mudik jelang Lebaran, kebanyakan orang memprioritaskan hal-hal seperti kelayakan kendaraan pribadi, tiket mudik, barang bawaan, uang, dan lain-lain. Sayangnya, banyak yang tidak periksa kesehatan sebelum mudik. 

Sebenarnya ini sangatlah penting agar perjalanan ke kampung halaman menjadi nyaman dan bebas dari keluhan kesehatan.
Meski utamanya adalah kegembiraan, tetapi gangguan kesehatan, dan bahkan kecelakaan lalu lintas juga mewarnai peristiwa mudik.

"Kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran sering disebabkan karena sopir kurang konsentrasi akibat mengantuk, mabuk, dalam pengaruh obat-obat terlarang, maupun mengalami gangguan akibat penyakit yang membahayakan seperti tekanan darah yang sangat tinggi dan serangan jantung,” kata dr Fiona Amelia dari KlikDokter.

Berdasarkan anjuran dr Fiona, demi keselamatan bersama, pemeriksaan kesehatan sebelum mudik perlu dilakukan. Hal ini untuk mengetahui penyakit apa saja yang sudah diderita atau kemungkinan akan menyerang tubuh seseorang sejak dini. Kondisi tubuh yang tidak fit, disebut-sebut menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di jalan saat mudik.

Pemeriksaan kesehatan umumnya ditujukan untuk pengemudi kendaraan bermotor, baik kendaraan umum seperti bus Antarkota Antar Provinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), mobil pribadi, maupun sepeda motor.

Kementerian Kesehatan akan menyediakan posko kesehatan di lokasi-lokasi yang dilalui jalur angkutan mudik Lebaran. Posko tersebut akan melayani pemeriksaan kesehatan pengemudi yang memiliki waktu tempuh lebih dari empat jam atau yang melalui rute padat serta rawan kemacetan.

Mudik Lebaran tahun 2018, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyediakan 3.910 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di sepanjang jalur mudik. Total jumlah fasyankes tersebut terdiri dari 923 pos kesehatan, 2.231 Puskesmas, 375 rumah sakit, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan 174 Public Safety Center (PSC). Jika terjadi masalah kesehatan dalam keadaan darurat, Anda bisa segera hubungi 119.

"Pemeriksaan kesehatan yang umum dilakukan bagi pengemudi kendaraan bermotor mencakup pengukuran tekanan darah, pengukuran kadar gula darah, deteksi kadar alkohol dalam darah, serta cek kadar amfetamin atau narkoba dalam urine,” kata dr Fiona.