Selasa, 05 Juni 2018 09:59 WITA

Waspada, Penyakit Ini Sering Muncul Saat Musim Pancaroba

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Waspada, Penyakit Ini Sering Muncul Saat Musim Pancaroba
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pancaroba merupakan peralihan dua musim di negara tropis, yaitu peralihan antara musim hujan dan kemarau. Musim pancaroba terjadi dua kali selama setahun.

Akibatnya, perubahan udara dan temperatur sedikit banyak berpengaruh pada tubuh, karena tubuh kita otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas kita berkurang, sehingga sering menyebabkan orang sakit di musim pancaroba.

Selain itu, temperatur yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak.

Menurut Dokter Fakultas Kedokteran UMI, dr Resky, ada beberapa penyakit yang sering muncul saat musim pancaroba atau peralihan musim yakni gangguan saluran napas. Gejala awal gangguan saluran pernapasan yaitu batuk, bronkhitis, pilek atau influenza disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh demam.

Selain itu, ada juga demam berdarah. Infeksi demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegepty dengan gejala demam yang fluktuatif atau naik turun, muncul bercak kemerahan ataupun mimisan. Nyamuk lebih mudah berkembang biak, akibat banyaknya genangan air yang menimbulkan jentik-jentik Aedes Aegepty.

Penyakit yang sering muncul adalah diare. Gangguan saluran pencernaan seperti diare, salah satu penyakit yang umum di derita oleh anak dan orang dewasa. Penyebabnya karena banyak virus dan bakteri apalagi lingkungan dan makanan yang tidak steril.

"Untuk mencegah beberapa penyakit tersebut menyerang tubuh kita, alangkah baiknya jika kita menjaga kondisi tubuh kita dengan konsumsi makanan yang bergizi, banyak minum air putih, menjaga lingkungan agar tetap bersih khususnya lokasi yg berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti genangan air, serta istirahat yang cukup," ungkap dr Resky.