Sabtu, 02 Juni 2018 12:04 WITA

Beberapa Kesalahan Wanita saat Menstruasi yang Berujung Penyakit

Editor: Abu Asyraf
Beberapa Kesalahan Wanita saat Menstruasi yang Berujung Penyakit
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Menstruasi atau datang bulan kerap dianggap hal yang biasa. Akhirnya banyak wanita yang kurang memperhatikannya sehingga memicu timbulnya penyakit.

Nah, untuk mencegah timbulnya penyakit, ada baiknya memperhatikan saran dari dr Inna Mutmaina. Menurut dia, ada banyak ganguan kesehatan yang muncul akibat tidak memperhatikan perilaku saat mentruasi. Dampaknya bisa dirasakan sekarang atau beberapa tahun kemudian.

Agar tetap sehat, dr Inna Mutmaina menyarankan sebagai berikut:

1. Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi

Makanan yang berprotein tinggi seperti susu, tempe, ikan, dan daging atau konsumsi zat penambah darah atau atau tablet Fe sangat baik bagi wanita yang sedang menstruasi. Perempuan kehilangan zat besi kurang lebih 1,3 mg/hari setiap bulannya saat sedang menstruasi sehingga dapat menyebabkan terjadinya anemia. 

Oleh karena itu diperlukan pencegahan anemia yang salah satunya adalah dengan menambah zat besi ke dalam tubuh dengan minum tablet Fe saat sedang 
menstruasi.

2. Mengganti pembalut secara rutin

Pembalut yang tak kunjung diganti dapat menimbulkan bau dan infeksi bakteri dari darah haid. Untuk itu waktu yang disarankan untuk Anda ganti pembalut adalah setiap 4-6 jam pemakaian. Artinya, dalam sehari sebaiknya Anda ganti pembalut sebanyak 3-6 kali.

3. Menjaga kebersihan vagina

Tidak hanya mengganti pembalut secara teratur, membersihkan vagina saat haid juga tak kalah pentingnya. Namun, jangan sembarangan dalam membersihkan vagina. Vagina cukup dibersihkan dengan sabun polos dan air yang digunakan mandi. 

Saat haid, darah bisa masuk ke ruang-ruang kecil di sekitar area vagina, sehingga penting bagi Anda untuk membersihkan vagina dan labia. Juga, bersihkan area perineum, yaitu area sekitar vagina dan anus.

4. Tidak menggunakan sabun yang mengandung pewangi atau antiseptik

Pilihlah sabun untuk membersihkan vagina yang tidak mengandung pewangi dan antiseptik. Kandungan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan bakteri dan tingkat pH vagina, dan bahkan bisa menyebabkan iritasi pada beberapa orang. 

Perlu Anda ketahui, vagina bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cairan yang dihasilkannya. Sehingga, sabun dengan antiseptik juga tidak Anda perlukan.

5. Jangan langsung minum obat saat terjadi nyeri

Jika terjadi nyeri saat haid (dismenorhea) cukup kompres dengan air hangat, jika tidak tertahankan boleh meminum pereda nyeri, tentunya atas resep dokter.

6. Jangan gunakan celana dalam ketat

Tidak menggunakan celana dalam terlalu ketat. Gunakanlah celana dalam yang menyerap keringat.

7. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Cukup konsumsi air putih 8-10 gelas per hari serta hindari olaraga atau aktivitas yang terlalu berat. Konsumsi buah dan sayuran sangat disarankan.