Kamis, 17 Mei 2018 09:00 WITA

BNNP Sulsel

Narkoba dan Cara Merusak Otak

Editor: Adil Patawai Anar
Narkoba dan Cara Merusak Otak

RAKYATKU.COM - Pada dasarnya narkotika memiliki khasiat dan bermanfaat digunakan dalam bidang kesehatan, pengobatan serta bermanfaat juga untuk kepentingan penelitian khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan farmasi atau farmakologi.

Oleh karena itu, undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang dilarang adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Sebab penyalahgunaan narkoba akan mengakibatkan terjadinya kecanduan (Adiksi) dan juga ketergantungan.

Disinilah awal timbulnya masalah karena salah satu efek dari narkoba adalah
adanya efek kecanduan atau adiksi dimana pengguna narkoba yang sudah kecanduan tentu akan mencari narkoba lagi untuk dikonsumsi demi untuk kembali memperoleh “rasa nikmat” yang sudah pernah dirasakan.

Manusia selalu cenderung ingin mempertahankan rasa nikmat yang pernah dirasakan dan ingin mengulanginya, pada kondisi ini pengguna narkoba tidak lagi merasa sehat dan bahagia tanpa menggunakan narkoba, sehingga apapun caranya pengguna akan berusaha untuk mendapatkan narkoba dari manapun itu tidak menjadi masalah asal bisa memperoleh narkoba.

Kondisi inilah yang disebut ketergantungan. Pengguna yang sudah mengalami ketergantungan akan menggunakan narkoba secara terus menerus tanpa bisa menghentikannya dan satu lagi sifat dari narkoba adalah terjadinya toleransi
tubuh yang tidak lagi memberi “rasa nikmat” bila mana pengguna narkoba menggunakan dosis yang sama artinya untuk mendapatkan efek “nikmat” dan efek “bahagia” yang sudah pernah dirasakan haruslah menambah dosisnya.

Narkoba dan Cara Merusak Otak

(Kepala BNNP Sulsel, baju putih, Brigjen Pol Drs Mardi Rukmianto, SH ).

Situasi ini akan berlangsung terus menerus sepanjang hidup pengguna narkoba sampai kepada situasi yang buruk dan mengancam jiwa yakni terjadinya peristiwa
yang disebut overdosis atau sering diistilahkan “OD” tidak jarang para pengguna narkoba hidupnya berakhir dengan kenyataan ini.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan narkoba secara illegal atau diluar indikasi medis akan merusak otak, mengapa demikian? Seperti kita ketahui bahwa tubuh manusia terdiri dari berjuta-juta sel yang merupakan satu kesatuan fungsional terkecil tubuh kita.

Semua sel di dalam tubuh kita dapat berkomunikasi dan bekerja sama antara satu dengan lainnya, melalui system syaraf, system endokrin dan system pertahanan tubuh. Dan otak merupakan salah satu bagian system syaraf yang bekerja sebagai koordinator membentuk satu kesatuan pribadi.

Narkoba dan Cara Merusak Otak

Sistem syaraf didalam otak tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron, serta sel-sel penunjang yang disebut glia. Struktur dan fungsi sistem syaraf yang begitu rumit dapat dibayangkan seperti sirkuit yang penuh dengan rangkaian elektrik pada alat elektronik dimana setiap rangkaian menjalankan satu fungsi.

Jika rangkaian sirkuit dalam otak kita telah dirusak oleh narkoba maka sebagian atau bahkan keseluruhan fungsinya juga dapat terganggu, pada pengguna narkoba yang kecanduan, paling kurang ada empat sirkuit yang terlibat, yaitu: sistem yang berkaitan dengan rasa senang, sistem yang mengurus motivasi, sistem yang mengurus proses belajar dan mengingat kemudian yang terakhir adalah sistem yang mengurusi control.

Oleh karenanya pengguna narkoba biasanya mengalami penurunan dalam ke-empat fungsi otak tersebut, sehingga pengguna narkoba bisa merasa senang dan gembira yang tidak wajar, bisa kehilangan motivasi atau sebaliknya, bisa juga kehilangan semangat belajar kemudian mengalami penurunan daya ingat, emosi tidak terkontrol.

Namun semua fenomena ini dapat terjadi sebaliknya, tergantung jenis narkoba yang digunakan apakah bersifat stimulan, depresan atau termasuk golongan halusinogen.

Otak adalah organ vital manusia yang merupakan pusat kendali, jika pusat kendali ini telah dirusak oleh narkoba maka kita akan kehilangan keseimbangan dalam hidup, kita tidak bisa lagi menalar mana yang baik dan mana yang buruk dan hal yang lebih berbahaya lagi bahwa kerusakan otak itu bersifat permanen alias tidak dapat dipulihkan seratus persen karena sel otak manusia tidak dapat diregenerasi atau diperbaharui. Oleh karena itu tidak ada cara lain kecuali tidak menggunakan narkoba

ISHAK ISKANDAR, SKM., M. Kes
Kepala Seksi Pencegahan Bidang P2M BNN Prov. Sulsel