Kamis, 17 Mei 2018 09:00 WITA

Waktu Olahraga saat Ramadan, Setelah Sahur atau Sebelum Buka Puasa?

Editor: Abu Asyraf
Waktu Olahraga saat Ramadan, Setelah Sahur atau Sebelum Buka Puasa?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Ramadan bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Ternyata aktivitas fisik selama berpuasa memberikan dampak penting bagi kesehatan tubuh. 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Tunisia dari Universitas Sfax dan CHU Habib Bourguiba menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberikan dampak kesehatan yang baik bagi tubuh selama aktivitas puasa. 

Hal ini terlihat dari parameter komposisi tubuh, hematologi, dan biokimia pada partisipan yang melakukan aktivitas olahraga mengalami perubahan yang lebih baik yaitu penurunan berat badan, persentase lemak tubuh berkurang, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan dampak positif yang diberikan, olahraga rutin selama bulan puasa adalah baik bagi kesehatan. Namun, agar olahraga tidak mengganggu ibadah puasa kita, hal-hal ini perlu dipertimbangkan sebelum kita melakukan olahraga.

Menentukan apakah olahraga sebaiknya dilakukan sebelum atau sesudah buka, bergantung pada tujuan olahraga itu sendiri. Misalnya, apakah tujuan olahraga Anda adalah menjaga kebugaran, atau meningkatkan dan mempertahankan massa otot? Selain itu, perlu diperhatikan juga intensitas latihan yang dilakukan, serta kondisi tubuh pada saat latihan, seperti yang dikutip oleh detikHealth:

Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh

Jika tujuan olahraga Anda adalah menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah sahur. Hal ini karena di pagi hari, suhu udara masih dalam kondisi segar sehingga tidak akan menimbulkan haus yang berlebihan ketika melakukan aktivitas olahraga. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 70 persen kardio dan 30 persen angkat beban.

Untuk mempertahankan kekuatan otot

Jika tujuannya adalah mempertahankan otot, sebaiknya dilakukan pada sore hari sekitar 1,5 jam hingga 2 jam sebelum berbuka puasa. Jika setelah melakukan latihan ini dirasakan lelah dan haus, tidak perlu khawatir karena dilakukan menjelang waktunya berbuka puasa sehingga apabila terjadi dehidrasi, cairan yang hilang dapat dinormalkan kembali pada saat berbuka. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 50 persen kardio dan 50 persen angkat beban.

Untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot

Jika Anda ingin meningkatkan kekuatan dan kemampuan massa otot, tingkatan olahraga yang dilakukan lebih tinggi dari latihan-latihan lain. Oleh karena itu, sebaiknya olahraga dilakukan setelah berbuka puasa karena latihan ini dirasakan cukup berat. 

Lelah dan haus pada menjalankan olahraga tersebut tidak akan terlalu berpengaruh karena orang tersebut masih bisa langsung minum seperti saat latihan biasa. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 30 persen kardio dan 70 persen angkat beban.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan olahraga di bulan puasa
Olahraga dapat dilakukan dengan durasi antara 30 menit sampai dengan maksimum 60 menit.

Bagi mantan Puteri Indonesia 2002, Melanie Putria, Ramadan bukan berarti menjadi alasan untuk berhenti berolahraga. Namun, olahraga yang dijalani juga sebaiknya tidak mengganggu ibadah puasa yang sedang dijalani.

"Biar enggak ganggu waktu ibadah puasa, usahakan olahraga setelah sahur dan salat subuh. Coba olahraga lari, tetapi intensitasnya diturunin dan kecepatan tidak terlalu kencang," ungkap Melanie.

Menurutnya, adanya gerakan aktif dari tubuh bisa membuat produktivitas tetap meningkat, meski berpuasa. Momen lainnya untuk berolahraga, yaitu menjelang buka puasa.

"Menjelang berbuka, idealnya jam lima sore. Menjelang azan adalah momen baik untuk bakar lemak, karena di saat itu gula di tubuh sudah habis terkuras selama puasa dan olahraga bisa membakar lemaknya, jadi efektif buat bikin langsing," terangnya.

Tak hanya itu, jika masih merasa kesulitan untuk berolahraga, bisa melakukan peregangan ringan usai ibadah tarawih. Melanie juga tak menganjurkan durasi berolahraga yang terlalu lama hingga berjam-jam lamanya.

"Cukup 15 sampai 20 menit saja. Jangan makan banyak waktu dan jenis olahraganya juga jangan yang berat. Bisa peregangan ringan, squat atau push up," terangnya.