Kamis, 10 Mei 2018 20:30 WITA

Hari Lupus Dunia, Berikut 5 Fakta Penyakit Mematikan Ini

Editor: Nur Hidayat Said
Hari Lupus Dunia, Berikut 5 Fakta Penyakit Mematikan Ini
Penyakit lupus.

RAKYATKU.COM - Setiap tahunnya 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia. Mengapa penyakit ini sampai harus mendapat hari spesial? 

Itu karena mungkin awareness masyarakat terhadap penyakit ini belum setinggi perhatian kepada penyakit lain seperti kanker, diabetes, atau AIDS. 

Padahal, penyakit yang dalam bahasa medis disebut sebagai systemic lupus erythematosus ini juga tak kalah mematikan dibanding penyakit-penyakit kronis tersebut. 

Penyakit lupus ini lebih rentan menyerang kaum perempuan dibanding laki-laki dengan perbandingan 9:1 dan disebut sebagai salah satu penyebab kematian terbesar bagi para perempuan di usia produktif.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta mengenai penyakit lupus.

1. Penyakit Autoimun Kronis
Sama seperti HIV dan AIDS, lupus adalah penyakit autoimun kronis yang berakar dari sistem kekebalan tubuh manusia. 

Bedanya, kalau sistem kekebalan tubuh penderita HIV dan AIDS itu lemah atau tidak berfungsi, sistem kekebalan pada penderita lupus justru sangat aktif dari kondisi normal. 

Akibatnya, bukannya melindungi tubuh kita dari organisme asing seperti virus dan bakteri, sistem kekebalan tubuh justru ikut menyerang sel-sel, jaringan, dan organ tubuh lain yang sehat. Hal itu menyebabkan peradangan dan komplikasi pada organ-organ tubuh kita, khususnya kulit, darah, sendi, dan ginjal.

2. Tidak Menular
Satu perbedaan utama dengan HIV dan AIDS, penyakit lupus tidak menular. Hanya 10 persen penderita lupus yang punya anggota keluarga yang juga punya penyakit lupus. Dan hanya 5 persen anak-anak yang lahir dari penderita lupus yang berisiko mengidap lupus.

3. Penyakit "1000 Wajah"
Penyakit lupus juga disebut penyakit “1000 Wajah” karena gejalanya sering “menyamar” sebagai penyakit lain dan berbeda-beda di setiap orang. 

Hal itu membuat tim medis sulit mengenali lupus dan butuh waktu serta tes untuk mendiagnosa. Gejala umum yang bisa ditemukan pun terkadang mirip seperti penyakit ringan pada umumnya seperti sakit kepala, nyeri sendi, demam, atau anemia. 

Gejala yang lebih jelas adalah rambut rontok, jari-jari yang memucat ketika dingin, sariawan di mulut, sensitif terhadap cahaya matahari, hingga ruam kemerahan pada bagian pipi dan hidung yang membentuk pola seperti kupu-kupu.

4. Simbol Kupu-kupu Ungu
Sebagai bentuk awareness, kupu-kupu berwarna ungu terpilih menjadi simbol bagi penyakit lupus dan penderitanya. Hal itu mewakili pola ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) yang umum terlihat pada penderita lupus sekaligus menggambarkan harapan bagi para penderita lupus.

5. Penyebab Masih Belum Diketahui
Walaupun faktor genetika kerap disebut sebagai penyebab lupus, namun beberapa penelitian juga mengungkapkan faktor-faktor eksternal seperti infeksi, penggunaan obat antibiotik, obat-obatan berbahan sulfa, sinar ultraviolet baik dari cahaya matahari maupun lampu, hingga stres dapat memicu lupus.

Berita Terkait