Jumat, 11 Mei 2018 03:30 WITA

"Begini Enak?", Ini Pertanyaan dan Tanda Pria Tak Bisa Puaskan Pasangan

Editor: Nur Hidayat Said
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Hampir setiap pria merasa sangat percaya diri bisa memuaskan pasangannya di atas
ranjang. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. 

Berbagai penelitian menyebutkan hanya sekitar 25 persen wanita yang berhasil klimaks setiap kali bercinta.
Ketidakpuasan ini bisa jadi alasan kenapa si dia terus menolak untuk berhubungan seks dengan Anda. 

Ingat, seks adalah kegiatan yang menyenangkan apabila kedua belah pihak sama-sama terpuaskan — tidak
hanya prianya saja melulu. 

Seks pada akhirnya juga ikut memengaruhi kelanggengan rumah tangga. Khususnya buat para suami, segera
tinggalkan berbagai cara memuaskan istri yang jelas-jelas salah berikut ini dikutip laman HelloSehat:

1. Tidak Pemanasan

Kebanyakan orang menganggap bahwa seks adalah aktivitas spontan: buka baju, penetrasi, orgasme, pakai
baju lagi. Tunggu dulu. Anggapan ini justru berbahaya.

Bisa dibilang, seks adalah olahraga. Sebelum olahraga, Anda perlu pemanasan dulu agar tubuh lebih siap dan
mencegah cedera, bukan? 

Begitu pula dengan seks. Ronde pemanasan sebelum seks biasa disebut foreplay. Ini berguna untuk membantu
wanita untuk bisa terangsang dan bergairah, yang umumnya ditandai dengan vagina "basah".

Penetrasi penis langsung ke dalam vagina yang kering bisa menyebabkan rasa sakit saat seks, bahkan mungkin
vagina juga ikut berdarah. Hal ini tentu bukan cara memuaskan istri yang ideal. Yang ada, si dia mungkin bakal
kapok untuk babak yang selanjutnya.

Rata-rata waktu pemanasan yang ideal adalah paling tidak 15 menit agar istri benar-benar terangsang dan siap
berhubungan seks. Bahkan semakin lama waktu yang dihabiskan suami istri untuk foreplay, orgasme yang akan
dialami keduanya akan semakin mantap karena tubuh mereka sudah sama-sama siap.

2. Bertanya Kapan Mencapai Klimaks

Mungkin maksud Anda baik ketika bertanya, "Kamu sudah klimaks, belum?" di tengah panasnya sesi bercinta.
Anda mungkin khawatir ia tidak bisa orgasme saat Anda sebentar lagi akan "keluar", ingin klimaks bersama-
sama, atau ingin memastikan apakah servis Anda sudah cukup memuaskan.

Meski begitu, pertanyaan tersebut hanya akan membuyarkan minat istri. Banyak wanita yang tidak pernah
mengalami orgasme sebelumnya, sehingga kadang ada rasa takut dan cemas yang menghantui saat menyambut
apa yang Anda belum pernah rasakan sebelumnya. 

Akhirnya, pasangan Anda mau tidak mau berbohong dan permainan akan berhenti sebelum ia mencapai
klimaks. Sungguh sangat mengecewakan bukan? Bahkan, merusak ekspektasi pasangan Anda terhadap sesi
seks yang memuaskan.

3. Minta Maaf karena Orgasme Lebih Dahulu

Minta maaf adalah hal yang baik. Namun, minta maaf hanya karena Anda keluar duluan hanya akan membunuh
gairah istri. Ini sama saja Anda merasa bersalah dan berniat untuk menyudahi permainan saat masih panas-
panasnya.

Siapa yang orgasme duluan sebenarnya bukan masalah. Anda masih bisa melanjutkan seks dengan cara lainnya
untuk gantian memuaskan istri. Misalnya dengan seks oral atau merangsang klitoris dengan permainan tangan.
Ingat, seks adalah aktivitas yang melibatkan kedua belah pihak sehingga sama-sama puas.

4. Mengganti Posisi saat Pasangan Mulai Merepons

Kebanyakan pria berperan sebagai pengendali permainan di atas ranjang. Namun, bukan berarti Anda bisa
mengubah strategi sesuka hati di tengah babak. Apalagi jika pasangan Anda baru saja menunjukkan respons.

Kepuasaan pasangan Anda bisa Anda lihat dari ekspresi wajahnya. Tidak ada salahnya untuk sesekali bertanya
"Begini enak?" "Teruskan?" atau "Bagaimana jika aku seperti ini?". Jika pasangan Anda benar-benar menyukai
permainan Anda, maka lanjutkan teknik andalan Anda. 

Mengubah permainan saat pasangan mulai merespons, bisa membunuh kepuasaan pasangan.

5. Takut Sesuatu yang Baru

Rutinitas bisa terasa sangat membosankan. Begitu pula dengan posisi seks dan teknik yang itu-itu saja. Maka,
tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru. 

Misalnya jika Anda berdua hanya berhubungan seks di atas ranjang, maka sesekali coba untuk mandi berdua
sambil bercinta di kamar mandi. Atau kalau sedang ingin berpetualang, coba seks di mobil.

Mencoba sesuatu yang baru bukanlah hal yang salah. Malah akan mempertebal portofolio dan pengalaman
Anda soal cara memuaskan istri.

6. Menganggap Desahan = Kepuasan

Salah bila Anda menilai kepuasaan pasangan dari erangan atau suara desahan yang dikeluarkannya. Bukan
berarti mendesah tanda wanita sedang orgasme. Desahan yang keluar dar mulutnya bisa memberikan banyak
arti.

Mungkin ia benar-benar menikmati apa yang Anda lakukan, mungkin juga menunjukkan bahwa pasangan Anda
merasa ada yang tidak nyaman dan ingin Anda mengganti permainan lewat kode tersebut. Yang lain mengaku
mendesah hanya untuk menyenangkan pasangannya.

Maka, pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan dirinya selama sedang berhubungan seks sekalipun.
Tannyakan padanya, “Apakah posisi ini enak untukmu?” “Kamu mau aku lakukan ini terus?” “Apakah ini terasa
sakit?” Dengan begitu, Anda akan tahu apa arti desahannya yang sebenarnya.

Tags