Selasa, 08 Mei 2018 05:00 WITA

Gangguan Tidur karena Diabetes

Editor: Aswad Syam
Gangguan Tidur karena Diabetes
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Diabetes ternyata bisa memberikan dampak yang sangat banyak bagi penderitanya. Salah satunya, memicu gangguan tidur. Padahal, jika sampai seseorang mengalami masalah tidur, mereka akan kesulitan mengendalikan kadar gula darah dalam tubuhnya.

Dilansir dari doktersehat, dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 2012 silam, disebutkan ada kaitan erat antara diabetes dengan gangguan tidur. Beberapa masalah yang kerap dialami oleh penderita penyakit ini adalah susah tidur, tak kunjung bisa terlelap meski tubuh sudah mengantuk, kerap terbangun di malam hari, hingga durasi tidur yang terlalu panjang.

Penderita diabetes yang mengalami lonjakan gula darah dengan signifikan akan cenderung lebih sering buang air kecil, termasuk di malam hari saat waktu tidur. Hal ini akan membuat mereka cenderung kerap terbangun saat tidur. Tak hanya itu, kemampuan diabetes dalam membuat penderitanya kerap kehausan juga membuat mereka lebih banyak minum air putih. Hal inilah yang membuat frekuensi buang air kecil saat malam hari meningkat.

Penderita diabetes juga cenderung lebih sering terkena gejala seperti pusing, gemetaran, hingga berkeringat. Hal ini ternyata membuat badan menjadi tidak nyaman dan akhirnya menyebabkan tubuh tidak mudah terlelap.

Salah satu gangguan tidur yang kerap dialami oleh penderita diabetes adalah sleep apnea atau henti napas saat tidur. Selain itu, mereka juga mengalami rasa lelah yang luar biasa sehingga mudah mengantuk. Saat tidur, mereka juga cenderung lebih mudah mendengkur.

Masalah lainnya yang bisa dialami oleh penderita diabetesadalah restless leg syndrome atau kaki gelisah yang membuat seseorang sulit untuk tidur dan insomnia atau susah tidur. Demi mencegah datangnya masalah tersebut, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk lebih baik dalam menjaga gaya hidup tetap sehat sehingga kadar gulanya tetap terkendali.